Aksi nyata 3.1 PENGAMBILAN KEPUTUSAN SEBAGAI PEMIMPIN PEMBELAJARAN
Aksi nyata 3.1
PENGAMBILAN KEPUTUSAN SEBAGAI PEMIMPIN PEMBELAJARAN
M zaidir Yulianto, M.Pd
CALON GURU PENGGERAK ANGKATAN 3
Kabupaten Lampung Utara
Fasilitator:
Suhariyanto, M. Pd
Pengajar
Praktik: Deni anggraini, S. Pd
Model 4F
(fact, Findings, Feeling,Future)
1.
FACTS (PERISTIWA)
Setelah siswa libur panjang karena pandemi dan pembelajaran model PJJ
atau daring yang sangat begitu mengubah tatanan baik pola belajar, sikap dan
semangat siswa. Aktivitas siswa
dalam hal belajar menurun, tata krama jauh dari profil pelajar Pancasila, siswa terlalu sibuk dengan bermain HP, bermain dengan teman-temannya hal ini juga
tidak lepas dari kontrol keluarga dan lingkungan tempat tinggal murid. Begitu juga dengan murid SMA Negeri 3 Kotabumi
Lampung Utara yang juga tidak luput dari dampak pandemi. Ini
semua menjadi dilema manakala sikap dan
akhlak murid menjadi turun drastic, sebagai contoh murid kurang menghormati guru, tidak khusyuk dalam sholat dan berdoa, di kelas membuang sampah sembarang tempat
tanpa memperdulikan teguran guru. Hal jelas ini sangat berdampak sekali
pada cara belajar, sikap dan motivasi peserta didik karena selama
melakukan pembelajaran menggunakan Google meet, Zoom maupun wa grup namun tidak
berdampak signifikan terhadap motivasi peserta didik
ALASAN MELAKUKAN AKSI
Hal diatas merupakan Dilema Etika, sekolah harus memiliki pilihan apakah mau
bangkit dari sekarang tanpa menunggu covid 19 hilang dari bumi atau menunggu
semuanya normal. Paradigma yang terjadi
pada kasus ini adalah jangka pendek melawan jangka Panjang. Nilai keagamaan kami pilih sebagai pondasi
penanaman budi pekerti siswa dengan cara mengikuti salat duha berjamaah di
Masjid dan melakukan kebersihan kelas masing-masing. Itulah sebagai alasan melakukan aksi dan
hasil nyata beberapa bulan ini secara rutin dengan cara melaksanakan pembiasaan
yang berdampak pada siswa
2.
FINDING (PEMBELAJARAN)
Dengan berkolaborasi dan gotong royong warga sekolah, saya dapat mengamati mengevaluasi dan
mengetahui kendala dan keadaan yang dihadapi warga sekolah, murid dan orangtua
sehingga saya melakukan kerjasama dengan guru mata pelajaran lain, takmir
masjid dan rekan sejawat CGP menambahkan program pembiasaan shalat dhuha
berjamaah dengan terjadwal sebagai penanaman keimanan sesuai profil pelajar
Pancasila serta program lainnya yaitu dengan kegiatan membersihkan kelas
masing-masing.
Pembelajaran yang didapatkan dalam materi ini yaitu pengambilan
keputusan dengan mempertimbangkan empat paradigma, 3 prinsip dan 9 langkah
pengambilan keputusan yang bertanggung jawab dan solusi yang tepat.
3.
Feeling (Perasaan)
Kami merasa
senang dan bangga pada siswa dan wali kelas yang atas kolaborasinya maka
kegiatan Sholat Dhuha yang pelaksanaanya tidak sesuai dengan harapan, akhirnya
dapat terlaksana dengan baik, sesuai dengan harapan Bersama.
4.
FUTURE (PENERAPAN)
Sumber berharga yang dimiliki semua guru adalah saling ketergantungan
satu dengan yang lain tanpa kolaborasi (kerja sama) maka pertumbuhan diri kita
dibatasi oleh pandangan diri kita masing-masing. Sebagai seorang guru Saya harus cermat
melihat keadaan komunitas sekolah beserta warga sekolah apapun permasalahannya
sehingga semua kendala yang dihadapi dapat diselesaikan dengan cepat, tepat dan
efisien untuk menemukan solusi terbaik khususnya yang berpihak kepada
murid
9 LANGKAH PENGAMBILAN KEPUTUSAN :
Langkah pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran:
1. Paradigma yang terjadi pada
kasus ini adalah jangka pendek lawan jangka panjang (short term vs long term)
2.
Prinsip pengambilan
keputusan berpikir hasil akhir
3.
Nilai-nilai yang
bertentangan dalam kasus ini adalah jangka pendek lawan jangka panjang.
Siapa yang terlibat dalam situasi ini: Saya pribadi, sekolah, murid, orang tua murid, Takmir masjid, rekan CGP dan
rekan guru.
4. Fakta-fakta yang relevan: Turunnya
sikap menghormati siswa kepada guru, nilai-nilai spritual siswa menjadi rendah
terbukti tidak khusyuk bila berdoa dan sholat serta mengabaikan kebersihan
lingkungan kelas dan sekolah
5.
Pengujian benar atau salah
·
Uji Legal: Dalam kasus ini tidak menyangkut pelanggaran
hukum
·
Uji Regulasi: Keputusan yang saya buat tidak melanggar
regulasi apapun
·
Uji Intuisi: Keputusan saya membuat program salat Dhuha
berjamaah untuk menanamkan nilai-nilai dasar kemanusiaan yaitu terbentuknya
profil pelajar Pancasila dan akan berimbas pada kenyamanan semua pihak
·
Uji Panutan/ Idola: Saya akan mendukung keputusan yang saya ambil
6. Pengujian Paradigma Benar lawan Benar: Dalam kasus ini paradigma yang dipilih jangka pendek melawan jangka panjang
7. Prinsip Resolusi: Prinsip penyelesaian dilema yang digunakan
adalah berpikir berbasis akhir (End Based Thingking)
8. Investigasi opsi trilemma: Meminta orang tua murid untuk menuntun dan
mengawasi anak mereka supaya murid murid
rajin beribadah dan menanamkan nilai-nilai kebersihan di rumahnya
9. Membuat Keputusan: Keputusannya adalah siswa putra melaksanakan
salat Dhuha berjamaah di sekolah di masjid yang ada di sekolah dan murid Putri melakukan kebersihan kelas
masing-masing
10. Lihat lagi keputusan dan refleksikan keputusannya adalah mewajibkan siswa putra salat duha berjamaah di lingkungan sekolah sebagai bentuk penanaman nilai-nilai keimanan sesuai dengan profil pelajar Pancasila karena ditenggarai banyak siswa di rumah tidak ikut salat dan untuk siswa putri dengan cara melaksanakan kebersihan di lingkungan sekolah terutama kelasnya masing-masing
Demikian sekelumit aksi nyata modul 3.1 pengambilan keputusan
sebagai pemimpin pembelajaran yang sudah kami terapkan di sekolah kami




Komentar
Posting Komentar